Kamis, Juni 5

Sarapan kali ini bergizi

Sarapan nya simple banget sih, tapi buat arie ini udah ga kayak biasa.. secara berangkat dari rumah selalu di pagi pagi buta.. trus malemnya pulang malem yang ga sempet ngapa2in lagi.. apalagi nyiapin sarapan.. but i've made it.. by my self.. *seneng*


pear korea yang udah di potong potong rapih


telor mata sapi yang kaya protein, meskipun ga berbentuk hati kayak gini sih, pake nasi pastinya


susu juga..

Rabu, Juni 4

Pre wed waktu itu..

Prewed ini udah kurang lebih 3 taun yang lalu.. semua lokasinya di satu tempat, deket rumah istirahat ibu sama bapak di sentul.. seru banget.. banyak spot buat pre wed.. kita milih disana karena udah tau spot2nya juga karena murah meriah, hehehe..

seperti halnya pre wed yang laennya.. arie juga maen2 di pematang sawah..


hihihi.. kalo inget ini lucu, backgroundnya sih emang bagus.. tapi perjuangan banget.. soalnya takut jatoh.. di bawah kali.. mending kalo ada airnya.. kering.. isinya batu2 gunung.. dan kayu dan batang kelapa yang kita pijak *cie bahasanya* itu licin..


ini di tengah hutan pinus.. kita terlalu merah kayaknya.. hehehe..dan waktu sesi foto disini.. ada beberapa ulet bulu.. ga ganggu sih, cuma nyaru aja.. ketutup tumpukan daun pinus yang berserakan berasa karpet coklat muda itu.. untung ga sampe ganggu tuh ulet..

ini kita lagi menapaki jalan menanjak, yang kalo di artiin.. kita akan menempuh jalan yang baru.. naik turun.. tapi kita harus teteup barengan gitu.. *HALAH, padahal ini cuma gayanya aja gini sok pake filosofi*

ini foto buat di undangan kita.. teteup narsis mode on..

Please stay away or senggol bacok..



Hihihihi.. seharian arie manyun se manyun manyunnya.. yang pertama sih ada yang bikin kesel dari kemaren.. pokoknya judul hari ini senggol bacok.. yeah! that's true.. senggol bacok ga cuma ada di dunia perdangdutan.. tapi ada di kehidupan arie sekarang.. cuma ya udah lah yah, namanya manusia bisa khilaf.. bisa buat salah.. dan itu manusiawi banget.. *itu katanya orang yang nasehatin arie*

Tapi, sekali lagi.. arie sebel banget kalo ada orang bikin pembenaran atas itu.. yang arie maksud .. bukankah Tuhan nyiptain kita jauh lebih sempurna di banding makhlukNya yang laen.. tau kan maksudnya apaan? Biar kita bisa belajar dari kesalahan.. dan bukan ngulangin kesalahan yang sama.. ya nggak sih??!

Ya apapun itu, arie mungkin kesel.. tapi juga ga bisa lama2.. mudah2an aja orangnya ngerti dan berusaha konsisten sama apa yang udah dia omongin.. *big grin* lagian arie bukan siapa2.. rese banget kalo sampe ga bisa ngertiin.. hehehe..

Mmm, anyway.. kemaren sore sepanjang jalan pulang perut suakit se sakit2nya.. tumben amir nih sakit.. udah lama banget ga sakit2.. si mas manyun jadinya.. serba salah..

Malem, kita jagain bara yang baru pulang dari rumah nenek ibu.. oiya, mampir ke rumah ita juga.. maen sama bayinya.. si Nayla.. yang 3 bulan udah kayak 1 taun.. 3 bulan aja udah keker gt.. gimana 1 taun? diangakat2 kali si ita.. hehehe ... *kalo yang ini berlebihan*

Kangen banget deh sama bara.. akhirnya ketemu juga sama bara.. bara.. my son.. hahaha.. *menghibur diri sendiri mengingat bulan ini "dapet" lagi..yang berarti programnya gagal*..

Its enough for today.. bingung mo nulis apa lagi..

P.S buat yayang ---> sorry ya yang, belom ada review-an sale yang menggila di Jakarta raya ini.. maklum.. lagi pengiritan.. dan emang males kemana2.. ntar kalo ada langsung di review deh.. ok yang?! *senyum manis*

Selasa, Juni 3

Let's make friends



Indeed, friendship make blogging worthwhile..

"Do you know the relationship between your 2 eyes? They blink together, move together, cry together, see things together and sleep together. Even though they never see each other, friendship should be just like that! Life is like Hell without FRIENDS. "


Agar doa di kabulkan

AGAR DOA DIKABULKAN

Ustadz : Sambo

clip_image002

Pada kajian ini kita akan merangkum kajian bagaimana agar doa-doa kita dikabulkan oleh Allah SWT. Telah kita kaji bahwa ada tujuh hal tentang doa ini, yaitu: (1) mengapa kita harus berdoa, (2) syarat-syarat dalam berdoa sehingga doa terkabul, (3) bagaimana cara berdoa, (4) hal-hal yang mempercepat doa dikabulkan, (5) hal-hal yang menghambat/menghalangi doa dikabulkan, (6) tempat dan waktu yang makbul dalam berdoa, dan (7) macam-macam/bentuk-bentuk doa yang diajarkan oleh Allah dan Rasul-Nya.

Doa kita selama ini belum atau tidak terkabul, bisa jadi karena: (1) kita tidak tahu mengapa harus berdoa, (2) doa kita belum memenuhi syarat, ibarat shalat maka syaratnya adalah berwudhu, menghadap kiblat, menutup aurat, tempat yang bersih, masuk waktu; kalau tidak berwudhu maka syaratnya tidak dipenuhi dan shalatnya tidak diterima. Kalau doa itu tidak dipenuhi syarat-syaratnya, maka doa kita juga akan ditolak oleh Allah SWT. Doa kita tidak dikabulkan bisa jadi: (3) Caranya salah, (4) hal-hal yang mempercepat doa itu belum atau dikabulkan tidak kita lakukan. Ibarat kompor, mengapa masaknya lama sekali? Bisa jadi karena apinya kecil, minyaknya kurang, alat penggorengannya salah, masaknya banyak tetapi alatnya kecil. Penyebab lainnya adalah: (5) ada hal-hal yang menghambat doa kita dikabulkan. Kita inginnya dikabulkan doa kita, tetapi pekerjaan kita justru menghambat doa itu dikabulkan; dan (6) tempat dan waktunya tidak makbul, serta (7) jenis doa atau materi doanya tidak tepat.

Selama ini yang dipelajari dalam berdoa itu adalah yang ke-7, yaitu bentuk-bentuk atau macam-macam doa saja, sedang butir ke-1 hingga ke-6 tidak pernah dipelajari atau diajarkan. Yang sering terjadi adalah bertanya, “Ustadz, apa doanya kalau saya ingin punya anak, kalau saya mau kaya, mau sehat, biar cepat dapat jodoh, …..”. Kebanyakan kaum muslimin mempelajari butir yang ke-7 ini. Padahal yang nomor ke-7 ini mestinya harus melalui tahapan-tahapan mulai dari nomor ke-1 hingga ke-6 dulu. Apa pun doanya tetapi kalau nomor ke-1 hingga ke-6 itu tidak dilakukan, doa itu tidak dikabulkan. Oleh karena itu yang ke-7 itu adalah urutan yang terakhir. Bahkan kadang-kadang apa yang diminta berlawanan dengan apa yang terjadi, misalnya: minta sehat, ternyata sakit melulu; minta suami sayang ternyata suaminya marah-marah terus, minta anak yang bageur baik ternyata anaknya bandel, minta rejeki lancar ternyata seret; dsb. Mengapa ini bisa terjadi? Jangan-jangan ini karena kita hanya melakukan yang nomor ke-7 saja, tidak melaksanakan yang ke-1 hingga yang ke-6, yaitu tahu bunyi doanya, tetapi tidak tahu yang lainnya: syaratnya tidak dipenuhi, caranya salah, waktunya tidak tepat, melakukan hal-hal yang menghambat doa. Kita sering kali melakukan doa dengan cara yang salah, misalnya berdoa dengan santai, tidak serius, tangan enggan mengangkatnya, tangan hanya ditumpangkan di atas paha saja, doa diucapkan dengan seadanya dan tidak serius. Padahal kata Nabi bahwa doa itu adalah senjata. Namanya senjata itu kalau tidak mengetahui cara memakainya, tidak akan tepat sasaran. Misalnya, kita diberi pistol, tetapi tidak mengetahui bagaimana cara menggunakannya, tidak akan bisa menembak sasaran; inginnya menembak kaki yang kena adalah kepala.

1. Mengapa kita harus berdoa?

Setidak-tidaknya ada 3 alasan mengapa kita harus berdoa, yaitu:

a. Karena kita merasa bahwa kita adalah orang yang lemah, orang yang butuh pertolongan Allah SWT.

Kalau kita merasa kuat, merasa tidak perlu bantuan, merasa sok jago; tidak akan bisa berdoa, kalaupun berdoa maka akan berbeda. Misalnya, ketika kita sedang banyak uang, bagaimana doa kita? Hambar, bahkan sering malas untuk berdoa. Kalau kita merasa lemah, merasa butuh pertolongan, merasa butuh bimbingan dan bantuan; maka kita akan terus berdoa supaya yang tadinya lemah menjadi kuat, tadinya banyak masalah menjadi dibantu, tadinya miskin menjadi dicukupkan oleh Allah SWT. Sedangkan kalau merasa tidak butuh kepada Allah, jarang berdoa. Dengan demikian kalau, misalnya, sekarang doa kita tidak dikabulkan, bisa jadi karena berdoanya hanya pada waktu susah saja; tetapi kalau kita merasa cukup, merasa kuat, merasa hebat; berdoanya hanya sekedarnya saja. Akhirnya ketika kita butuh, Allah mengatakan, ”Engkau pada saat merasa cukup tidak mau minta, sekarang giliran tidak punya merengek-rengek!”. Oleh karena itu apapun kondisi kita, kita harus yakini bahwa kita ini lemah, sangat bergantung. Doa itu tidak boleh berhenti, hanya sewaktu butuh saja. Allah berfirman dalam surat Faathir : 15:

clip_image003

Hai manusia, kamulah yang berkehendak kepada Allah; dan Allah Dia-lah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji.

Kata Allah bahwa manusia itu butuh kepada Allah. Butuh apa saja? Butuh pertolongan, butuh bimbingan, butuh rejeki, butuh sehat, dan sebagainya. Orang yang emrasa butuh pasti doanya akan serius, tetapi kalau merasa tidak butuh, maka doanya tidak serius, bahkan malas berdoa.

b. Doa itu adalah ibadah

Doa itu adalah ibadah, yaitu salah satu bentuk ketundukan manusia kepada Allah. Doa itu tidak ada bedanya dengan shalat, zakat, haji, dlsb; karena doa itu adalah ibadah. Nabi bersabda bahwa doa itu adalah intinya ibadah (Ad du’au mukhkhul ’ibadah, doa itu adalah sumsumnya (intinya) ibadah). Orang yang malasa berdoa berarti ia adalah malas ibadah. Selama ini orang menganggap bahwa doa itu hanya sebatas permintaan saja, padahal bukan hanya sekedar permintaan, tetapi juga ibadah. Artinya, butuh ataupun tidak butuh, gembira atau susah, apapun kondisinya; kita harus terus beribadah, harus terus berdoa kepada Allah SWT, doa itu harus tetap serius. Kalaupun kita banyak rejeki, tetap harus serius berdoa memohon rejeki. Kebanyakan orang kalau sedang banyak rejeki, doa minta rejekinya tidak serius, tetapi kalau sedang susah baru mintanya sangat serius. Kebanyakan orang kalau sedang sehat, tidak pernah minta diberi kesehatan; tetapi kalau sedang sakit, mintanya terus menerus untuk diberi sehat. Oleh karena itu apapun kondisinya dan di mana pun adanya harus tetap ibadah.

Apa arti ibadah? Doa itu ibadah, artinya: (1) kapan dan di mana saja, butuh atau tidak butuh harus berdoa, (2) dikabulkan atau tidak dikabulkan, doa itu mendapatkan pahala. Kalau kita niat berdoa itu ibadah, maka doa kita itu menjadi ikhlas. Kebanyakan orang berdoa itu sifatnya menuntut untuk dipenuhi, kesannya memaksa. Doa yang baik itu adalah doa manakala kita sedang senang. Salah satu doa yang makbul adalah doa yang dilakukan pada saat sedang senang, sedang banyak duit berdoa minta rejeki. Kalau sedang susah lalu berdoa, maka itu adalah hal yang wajar. Selama ini kita sering kalau berdoa tidak ikhlas, memaksa terus. Apa artinya ikhlas? Jangan diingat-ingat, serahkan saja kepada Allah, dikabulkan atau tidak. Kita seringnya kalau minta kudu, harus, begini-begitu, harus sekarang. Kalau doa itu ikhlas, yang penting sudah memohon, hasilnya itu urusan Allah.

2. Syarat-syarat doa dikabulkan

Ada syarat-syarat dalam berdoa agar doa itu dkabulkan, yaitu:

a. Doa dengan hati

Syarat pertama agar doa itu dikabulkan adalah berdoa itu dengan menggunakan hati, tidak cukup hanya dengan mulut saja. Selama ini kita sering berdoa hanya di mulut saja, tidak disertai dengan hati. Bagaimana doa dengan hati? Begitu berucap tentang permohonan, maka hati pun sama mengucapkan doa itu. Sering kalai orang berdoa berbicara terus, diikuti orang dengan membaca ”Amin” keras-keras, tetapi hampa tanpa hati. Doanya rame-rame, membaca ”Amin”-nya kencang-kencang tetapi hatinya ke mana-mana. Jadi, doa itu harus memakai hati, karena Allah hanya melihat apa yang ada di dalam hati kita.

b. Yakin

Agar doa dikabulkan, doa itu harus memakai keyakinan. Doa yang tidak yakin, tidak akan dikabulkan oleh Allah SWT. Sering kali kita berdoa tetapi hati kita tidak yakin apakah Allah akan mengabulkan doa kita, merasa itu mustahil dikabulkan oleh Allah. Salah satu doa yang tidak ikhlas adalah doa itu dilakukan dengan tidak yakin, terbersit di dalam hati bahwa tidak yakin Allah mengabulkan doa kita, tidak yakin kepada Allah. Doa itu haru dengan penuh keyakinan, ”Ya Allah, Engkau Maha Baik, Engkau tidak pernah ingkar janji”.

c. Diusahakan

Agar doa dikabulkan, doa itu tidak cukup hanya dengan keyakinan saja, tetapi harus diusahakan. Kalau orang berdoa agar diberi kepintaran, maka harus belajar terus. Ingin disayangi suami, tetapi kalau servisnya tidak benar, tidak akan dikabulkan; harus berusaha agar disayangi suami. Suami ingin disayangi suami, kalau belanjanya diberikannya serba kurang, bawaannya kasar melulu; bagaimana bisa disayangi isteri? Beri belanjanya yang cukup, beri senyuman; itu adalah usaha-usaha agar disayangi isteri. Kalau ingin disayangi anak, tetapi bawaannya marah melulu kepada anak, mana mungkin bisa disayangi anak? Atau, kita ingin agar anak kita tidak menipu, tetpi kita sendiri sering menipu. Kita sering menipu kepada anak, misalnya: ”Jangan menangis ya, nanti dibelikan permen”; padahal tidak dibelikan permen. Itu mengajari anak menipu. Atau, ”Kalau ada orang yang bertanya, katakan bahwa ibu tidak ada”; padahal ada di rumah. Itu adalah mendidik anak untuk menipu. Jadi, syarat agar doa itu dikabulkan, harus diamalkan apa yang didoakan itu; usahanya itu harus sesuai dengan doanya. Kalau doanya ingin menjadi dokter, maka harus masuk ke Fakultas Kedokteran. Kita berdoa, ”Ya Allah, saya ingin anak saya menjadi dokter”, tetapi masuk Fakultas Ekonomi, maka tidak mungkin bisa menjadi dokter.

Banyak orang yang berdoa, sampai berbuih doanya itu, tetapi tidak mengusahakan sesuai dengan doanya itu, syarat-syaratnya tidak dipenuhi. Kalau syarat-syaratnya tidak dipenuhi, doa itu tidak akan dikabulkan. Jadi kalau berdoa tidak memakai hati, tidak yakin, dan tidak ada ikhtiar; maka doa tidak akan dikabulkan. Sekalipun kita telah minta dengan berbuih-buih agar diberi emas, tetapi kalau kita tidak berusaha, apakah langit akan menurunkan emas?

3. Cara berdoa

Bagaimana cara berdoa agar dikabulkan? Secara umum, cara berdoa itu adalah:

a. Menghadap kiblat

Berdoa secara formalnya dalah menghadap kiblat.

b. Berwudhu

Berdoa secara formal, yang lebih baik lagi adalah dengan berwudhu.

c. Serius

Doa itu harus dilakukan dengan serius, jangan seenaknya. Slah satu tanda bahwa doa itu serius adalah tangan diangkat dengan serius. Tangan diangkat hingga lebih tinggi dari pundak. Kalau doa itu dilakukan dengan serius, tangan itu bisa sampai bergetar.

d. Berulang-ulang

Doa itu harus dilakukan dengan berulang-ulang. Artinya, doa itu jangan hanya sekali saja, tetapi berulang-ulang, ”Ya Allah, kontrakanku habis, Ya Allah kontrakanku habis ….”, terus berulang-ulang. Lakukan berulang-ulang, tujuh kali, sepuluh kali, terussss… sampai yakin dikabulkan. Sering kali kita berdoa minta banyak, hanya sekali-sekali saja doanya. Lebih baik doa itu fokus dan dilakukan berulang-ulang, ”Ya Allah, doaku yang kemarin belum Engkau kabulkan…”, ulangi lagi dan ulangi lagi.

4. Hal-hal yang mempercepat doa dikabulkan

Apa saja yang membuat agar doa cepat dikabulkan? Amalan-amalan ibadah yang lainnya diperbaiki: shalatnya diperbaiki, infaqnya diperbaiki, puasanya diperbaiki, dlsb. Bagaimana doanya akan dikabulkan kalau shalatnya tidak benar? Shadaqoh adalah hal yang paling bagus untuk mempercepat doa. Makanya kalau ada orang yang bersedeqah kepada kita, maka harus kita doakan orang itu. Tetapi doanya jangan di muka orang yang bersedqah itu, tetapi di belakangnya agar ia tidak tahu. Kalau berdoa di depan orangnya, doanya bisa tidak ikhlas, ”Pak, kemarin saya sudah berdoa agar bapak masuk surga”; itu doa yang tidak ikhlas. Kata Nabi bahwa salah satu doa cepat terkabul itu adalah karena doa orang lain, yaitu doa yang dilakukan dengan ikhlas. Makanya kalau kita minta doa kepada orang lain itu jangan ditagih, biar saja seikhlasnya. Makin banyak ibadah kita perbaiki, makin makbul doa kita; terutama ibadah-ibadah yang sifatnya wajib, ditambah dengan ibadah-ibadah sunnah.

Termasuk hal yang mempercepat doa adalah banyak minta doa kepada orang lain. Oleh karena itu sering-seringlah minta doa kepada orang lain: orang tua kita, isteri kita, anak kita, suami kita, dlsb. Kita jarang minta doa kepada anak atau isteri kita, padahal jangan-jangan doanya makbul: ”Nak, doakan bapak, doakan ibu…”. Apalagi minta doa kepada orang tua, itu dapat mempercepat doa dikabulkan.

5. Hal-hal yang mengambat doa

Hal-hal yang menghambat doa adalah perbuatan dosa. Bagaimana kita akan minta kepada Allah, kalau diri kita diliputi dengan dosa? Makanya sebelum berdoa itu kita dianjurkan untuk membaca istighfar lebih dulu, memohon ampun kepada Allah. Termasuk juga dosa yang dilakukan kepada sesama manusia, itu menghambat doa. Kalau kita mendzalimi orang lain, doa kita ditolak oleh Allah. Oleh karena itu jangan mendzalimi orang lain, apalagi yang didzalimi itu adalah orang tua kita. Kalau kita sudah disumpah oleh orang tua kita, doa kita tidak akan dikabulkan. ”Aku sumpahi, kau tidak akan bahagia”, maka selama hidup tidak akan bahagia. Oleh karena itu kalau marah kepada anak, jangan menyumpahi anak. Kalaupun menyumpahi anak, sumpahi dengan hal-hal yang baik: ”Kau aku sumpahi menjadi orang yang kaya. Kau kusumpahi menjadi anak yang shaleh, masuk surga. Jangan menyumpahi anak dengan: ”Jadi anak syaitan,kau!”, nantinya anak itu seperti syaitan kelakukannya. Sumpahilah anak itu dengan yang baik-baik: masuk surga, menjadi anak shaleh; karena sumpah itu adalah doa. Berdoalah dengan yang baik-baik.

Termasuk yang menghambat doa adalah pelit, bakhil; tidak mau memberi orang lain. Bagaimana Tuhan akan membatu kita sementara kita adalah pelit, tidak mau membatu orang? Apapun permintaan orang, usahakan untuk membantunya, walaupun tidak secara langsung. Orang yang tidak mau membantu orang lain, doanya ditolak. Biarpun sama-sama susah, bantulah orang lain. Sering kali kita mengatakan, ”Ngapain membantu orang lain, kita sendiri susah”. Justru kalau kita susah lalu membantu orang lain, maka kita akan dibantu oleh Allah SWT. Nabi bersabda bahwa barang siapa menolong saudaranya, maka Allah akan menolong dirinya (Man kaana fii haajati akhihi kaanallaahu fii hajaatihi). Mulai sekarang, jangan bakhil: bantu, bantu dan bantu; walaupun dalam keadaan susah. Kalau tidak bisa membatu dengan harta, bantu dengan tenaga, bantu dengan doa; jangan pernah menolak permintaan orang lain.

6. Tempat dan waktu doa yang makbul

Tempat-tempat doa yang makbul kebanyakan adalah di tempat-tempat dilaksanakannya ibadah haji: Mekah, Madinah, Arafah, Multazam, Shofa-Marwa, Raudhoh, dlsb. Sedangkan waktu yang makbul adalah: (1) pada waktu sujud. Perbanyak doa pada waktu kita sedang sujud. (2) Sepertiga malam terakhir. Ketika menjelang shubuh, itu adalah waktu doa yang makbul. Ketika orang lain sedang tidur pulas, kita berdoa. Doa kita dikabulkan. (3) Waktu antara dua adzan (adzan dan iqomah), (4) waktu antara dua khutbah shalat Jum’at, (4) Ketika buka puasa, (5) Ketika musafir. Orang musafir itu doanya makbul. (6) Ketika hujan turun. (7) Ketika dizalimi orang lain. Ketika dizalimi orang lain, maka doanya jangan kepada orang yang mendzalimi itu, tetapi doanya adalah untuk dirinya sendiri. Sayang kalau doa kita yang makbul itu untuk orang lain, apalagi doa yang jelek bagi orang yang mendzalimi kita, lebih baik doa yang baik untuk diri kita sendiri. Ibarat kita mempunyai senjata, mengapa digunakan untuk orang lain? Lebih baik untuk diri kita sendiri. Misalnya kita didzalimi orang lain, lalu kita doakan agar orang itu selaka; kita mendapatkan apa? Tidak mendapatkan apa-apa, sama-sama rugi; tetapi kalau kita berdoa untuk kebaikan kita, maka itu untuk kita sendiri.

7. Bentuk-bentuk doa

Banyak bentuk-bentuk, macam-macam doa dan ini yang paling banyak dipelajari orang. Misalnya supaya disayangi suami-isteri-anak:

clip_image004clip_image005

Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.

Doa agar anak kita menjadi anak yang baik :

clip_image006

Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar do`a.

arie ambil dari:

http://manajemensholat.com/pengajian-mingguan/2007/4-november/

Berasa preman glodok

Kemaren siang pas udah mo makan, si angga ngajakin ke glodok rame2.. brangkut.. emang pengen liat DVD.. disana murah meriah.. satuannya 5000 kalo beli 5 gratis 1.. brangkatlah kita dengan dua taksi.. taksi pertama diisi.. Angga.. arie sama novi.. taksi berikutnya diisi pak yoyo, dana sama adam..

Disana langsung borong DVD.. maklum.. dimana2 DVD udah 8000.. arie sengaja beli yang movie collection.. jadi satu DVD isinya 8 film.. bisa sampe muntah deh ntnnya..

Trus abis itu nemenin anak2 beli external harddisk lah.. earphone lah.. kabel data lah.. semuanya deh ada disana.. =p

Pas jam 1/2 2 arie di telfon sama ibu bos.. pas tau arie masih di glodok.. beliau bilang.. "baguss.. gapapa, asal cepet pulang yah".. kikikik.. baiknya ibuku yang itu..

Buru2 ke jalan raya, nyari taksi susah nya bukan maen.. soalnya di glodok itu kan daerah macet.. jadi orang orang pada males kesana.. *supir taksinya maksudnya*.. udah panas.. ga dapet dapet lagi.. ckckckck.. sekalinya ada taksi penuh abis..

Pas ada taksi trus keliatan kosong.. arie jalan agak ke tengah jalan.. trus teriak kenceng "takseeeeeeeeeeeeee".. teteup abangnya ga mo minggir.. taunya ada isinya.. sial.. mana anak2 ngetawain lagi.. sampe hari ini.. si adam masih ngetawain.. katanya kayak iklan di tv yang ada nenek2 di kasih minum abis itu nyetopin taksi sambil teriak, katanya gaya arie persis banget sama iklan itu.. sial.. untung langsung dapet taksi.. masuk deh buru2 ke dalemnya..

Sampe dalem, ternyata taksi nya ga senyaman yang kita kira.. abangnya bawa2 peliharaan di taksinya.. ada anak kecoa.. yang jalan diatas langit2 taksi.. ada beberapa nyamuk.. bahkan lalet yang berhasil di bikin KO sama novi.. ckckck.. rajin amat si abang, kerja sambil ngangon binatang.. hehehe

Senin, Juni 2

Ikan bakar ala the marzuli's

Menu makan minggu ini, arie ga kerja sendiri.. di bantuin sama mas.. *makasih ya mas*.. ngeliat ada ikan yang beli di muara angke kemaren di kulkas, jadi pengen bakar2an.. dan ternyata arie dapet bakaran BBQ mureee di carefourr.. lagi promo cuma sampe tanggal 1 kemaren.. dan barangnya cuma tinggal 2 di carefourr buaran.. ini gara2nya mas liat di koran..


ya ampspuunnn.. baranya yang nyala baru dikit, tenaga udah abis.. ngipas2innya.. dari pake tumpukan koran sampe pake lipetan kardus.. *maklum ga punya kipas angin*.. di bakar pake kertas dulu, eh malah kertasnya terbang kemana2.. mo bakar pake minyak tanah, selaen ga punya minyak tanahnya.. kata yang arie baca dari internet sih.. malah bikin rasanya malah ga enak.. jadi serba salah.. bingung gimana nyalain sampe bisa keluar api..


Gak lama, papanya si mas nelfon.. supirnya mo ambil barang di rumah arie,sekalian nitip kipas angin.. *pinjem maksudnya*.. yipppiiee!! akhirnya santai marantai *halah*.. tuh liat! apinya udah keliatan kan? tapi ikannya baru di bumbuin.. belom waktunya di bakar.. di internet bilangnya tunggu beberapa menit sampe bumbu meresap.. ya udah nunggu ikannya dulu kalo gt.. arie masuk kamar.. pas keluar kamar mo ke tempat bakar ikan, eh kipasnya udah ga ngarah ke bakaran ikannya.. tapi ke si mas.. ckckck.. kepanasan dia! hehehe.. yang mo di bakar yang mana nih.. kok arahnya jadi beda.. *kasian si mas*


kira kira bumbunya udah meresap.. arie taro di sampingnya bakaran.. *bikin saus olesannya dulu*.. saus olesannya cuma mentega, air jeruk sama kecap manis.. sebelom di bakar.. olesin dulu saus olesannya.. dan selama di bakar.. sambil di balik balik.. sambil di oles oles juga..


iiih si mas.. tetep eksis nih.. ga mau kalah sama ikannya.. mo mejeng juga biarpun cuma tangan.. eheheh.. sambil ngebalik ikannya..


tarrraaaa!!! ikan bakar ala the marzuli's pun udah jadi.. di makan pake sambel kecap.. hhmmm.. sluurrrpp.. makasih ya mas.. udah bantuin.. wiken kali ini kita bener2 kerja buat makan.. hihihihi